Dear Wife…

image

Dear Wife…

1. Dear Wife. Lihatlah suamimu di kala dia tertidur lelap. Wajahnya yang lelah adalah bukti bahwa selama ini dia mencoba untuk membahagiakan kamu. Sekuat kuatnya, sebenar benarnya.

2. Dia terus dari hari ke hari berpikir tentang bagaimana bisa membuatmu bahagia. Maka tidaklah heran jika dia menjadi sensitif, mudah marah atau mudah berwajah muram.

3. Jadi jika dia memang belum bisa menyukupi kebutuhanmu, jika dia juga belum mampu membuat kamu bergelimang dunia, dan jika dia ternyata belum mampu menyediakan istana megah, maafkanlah itu semua.

4. Karena pada dasarnya dia tidak sedang menelantarkanmu. Tangannya yang sudah kasar, keningnya yang sudah mengeriput, dan urat lengannya yang sudah mulai bermunculan menjadi tanda betapa dia sudah sangat serius mengusahakan itu.

5. Alangkah indah, jika kesungguhannya mencari penghasilan, bertemu dengan rasa syukur Anda sebagai seorang istri. Meski hanya sekedar ucapan, “Terima Kasih Suamiku, atas segala apa yang telah kamu berikan padaku.”

6. Sungguh kalimat itu bagaikan semilir air sejuk pegunungan di tengah terik panasnya siang.

ﺭَﺑﺎِّﺟْﻌَﻠْﻨِﻲْ ﻣُﻘِﻴْﻢَ ﺍﻟﺼّﻼَﺓِ ﻭَﻣِن ﺬُﺭِّﻳﺘَِﻲْﺭَﺑﻨّﺎ ﻭَﺗَﻘَﺒﻞ ْﺩُﻋَﺎء↵
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku” (QS. Ibrahim/14: 40)
••ﺍﻣﻴﻦ ﻳﺎﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ•• 

Semoga bermanfaat🙂

Catatan priyatna™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s