Nasehat Ibu…

image

Nasehat Ibu…

Seorang anak perempuan protes kepada Ibunya : “Bu, usiaku sekarang sudah 18 tahun, tetapi kenapa aku belum boleh pacaran?”

Dengan suara lembut kemudian Ibunya menjawab : “Nak, tahukah engkau? Allah telah menitipkan milik Nya pada ibu. Sehingga ibu harus tetap menjaganya, memeliharanya. Karena itu adalah amanah.”

“Apa maksud Ibu?” si anak gadis bertanya.

“Wahai anakku, ketahuilah bahwa dirimu adalah milik Nya yang di amanahkan kepada ibu. Engkau adalah harta yang paling berharga dimata ibu.” sang ibu berkata seraya mengelus kepala putrinya dengan lembut.

Namun anak gadis itu masih belum berhenti berkata untuk mengiyakan apa yang disampaikan Ibunya. “Tetapi, apa salahnya jika saya pacaran Bu? Saya lihat teman-teman semua bebas berpacaran.”

Sambil tersenyum penuh kasih sayang ibu menjelaskan : “Anakku yang cantik, coba pikir kenapa layang-layang bisa tetap terbang? Dia terbang karena ada benang yang mengikatnya. Bayangkan jika benang itu putus, layang-layang itu akan terbang dengan bebasnya. Namun setelah itu layang-layang akan jatuh atau tersangkut. Begitu juga dengan dirimu nak, ibu mengikatmu dengan nasehat karena ibu ingin agar dirimu tetap beredar dalam Ridha Allah.”

“Ibu, terima kasih ibu.” kata si anak gadis sambil memeluk erat ibunya.

سُبْحَانَ اللّهُ …

Jika semua ibu-ibu Muslim didunia,atau di Indonesia (khususnya); bersikap seperti ini dalam menyampaikan nasehat pada putra-putrinya  اِنْ شَآ ءَ اللّهُ kerusakan moral remaja akan dapat di minimalisir. Kebenaran itu tidak pernah salah,akan tetapi…cara yang salah dalam menyampaikan kebenaran itu,yang merusak makna dari kebenaran tersebut. Terkadang orang tua juga terlalu memaksakan kehendaknya Terhadap sang anak,Sehingga anakPun secara terpaksa mengikuti kehendak orang tuanya.

Ingatlah; Menjaga itu bukan menguasai,dan memelihara itu bukan memiliki. Anak adalah amanah yang harus dijaga dan dipelihara. Jika ia salah langkah bimbing untuk kembali kejalan yang benar. Dan begitulah seterusnya…jangan menyalahkannya,ketika ia Berbuat yang salah. Mungkin itu adalah salah kita sebagai orang tua; dalam menyampaikan kebenaran kurang tepat(caranya),Sehingga anak tidak cepat paham.

Sudah dulu deh,semoga bermanfaat😀

Catatan ꤀꤂꣓꤉ꣂ꤄꣘ꣂ™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s