MENGQODLO SHALAT FARDLU YANG TELAH LEWAT

MENGQODLO SHALAT FARDLU YANG TELAH LEWAT

Sebelum membahas masalah mengqodlo shalat
fardlu ini terlebih dahulu kita harus faham bahwa
persoalan ini adalah termasuk masalah ijtihadiyah,
sehingga ada salah satu golongan yang berbeda
pendapat. Setiap golongan hendaklah berpegang
pada pendiriannya yang dianggap kuat tanpa
mengatakan kepada kelompok lain mereka itu
sesat, mereka itu bid’ah dan lain sebagainya.

Kewajiban bagi setiap golongan adalah
menjelaskan pendiriannya dengan dalil-dalil yang
sahih dan argumentasi yang jelas.
Semua ulama madzhab telah ijma’ bahwa
mengqodlo shalat itu wajib kukumnya bagi orang
yang meninggalkannya karena tertidur atau lupa.
Ketetapan hukum tersebut didasarkan pada hadits
riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim :

ﻣَﻦْ ﻧَﺎﻡَ ﻋَﻦْ ﺻَﻼَﺓٍ ﺃَﻭْ ﻧَﺴِﻴَﻬَﺎ ﻓَﻠْﻴُﺼَﻠِّﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺫَﻛَﺮَﻫَﺎ، ﻻَ ﻛَﻔَّﺎﺭَﺓَ
ﻟَﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺫَﻟِﻚَ. ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ

Artinya :
“Barang siapa tidur meninggalkan shalat atau
melupakannya maka hendalah dia mengerjakan
shalat tersebut bila sudah ingat. Tidak ada tebusan
baginya kecuai dengan mengerjakannya”. (HR.
Bukhari Muslim)

Sedangkan mengenai orang yang meninggalkan
shalat dengan sengaja (tidak karena tidur atau
lupa) sehingga waktunya keluar, dia wajib
mengqodlo atau tidak, ini terdapat perbedaan
pendapat antara sebagian golongan dhahiriyah dan
jumhurul ulama.

Sebagian golongan dhahiriyah, antara lain Ibnu Hazm dan para pengikutnya berpendapat bahwa orang tersebut tidak usah mengqodlo, hanya saja
dia tetap berdosa, bahkan selamanya dia tidak bisa
mengqodlonya, karenanya hendaklah dia
memperbanyak amal kebajikan dan melakukan
shalat sunat sebanyak-sebanyaknya agar timbangan amalnya menjadi berat besok di hari kiamat dan hendaklah dia bertaubat serta
memohon ampun kepada Allah SWT.

Golongan ini
mengemukakan beberapa argumentasi antara lain :

1. Sesungguhnya mengqodlo shalat itu termasuk
kewajiban syari’at, sedangkan menetapkan syari’at
itu adalah hak Allah SWT. lewat rasulNya. Andai
kata qodlo shalat itu wajib bagi orang yang
meninggalkannya dengan sengaja maka Allah dan
rasulNya tidak akan lengah atau lupa
menerangkannya.

Firman Allah SWT.

ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻧَﺴِﻴًّﺎ . ﻣﺮﻳﻢ : 64
Artinya :
“Dan tidaklah Tuhanmu lupa” (QS. Maryam : 64)

2. Sesungguhnhya Allah SWT telah menetapkan
batas waktu tertentu untuk setiap shalat fardlu,
baik permulaannya maupun akhirnya. Shalat itu sah dilakukan dalam waktu yang sudah ditentukan dan batal jika dilakukan di luar waktunya. Jadi
tidak ada bedanya antara melakukan shalat
sebelum waktunya masuk atau sesudah waktunya
habis karena keduanya dilakukan bukan pada
waktunya.

Dan pelakunya berarti melanggar batas-
batas yang telah ditentukan Allah.

ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻌَﺪَّ ﺣُﺪُﻭْﺩَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﻇَﻠَﻢَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ . ﺍﻟﻄﻼﻕ : 1

Artinya :
“Barang siapa melanggar batas-batas Allah, maka
sesungguhnya dia itu menganiaya dirinya
sendiri” (QS. At-Thalaq : 1)

3. Andai kata masih diperbolehkanmengerjakan shalat setelah waktunya habis maka tidak ada
artinya Nabi SAW.
memberi batas waktu untuk akhir shalat. Dan berarti pula sabda Nabi SAW. itu
tidak ada gunanya. Hal ini tidak mungkin terjadi.

4. Setiap amal yang digantungkan dengan waktu tertentu, maka tidak sah andai kata dikerjakan di luar waktunya. Andai kata sah dikerjakan di luar
waktunya maka berarti waktu yang telah ditentukan
tadi sebenarnya bukan waktunya amal tersebut.

Sementara Jumhurul Ulama sepakat bahwa
mengqodlo shalat yang telah lewat itu tetap wajib
bagi orang yang meninggalkannya dengan sengaja.

Dan pendapat inilah yang diikuti oleh warga Ahlussunah waljamah , NU.

Golongan jumhur berpegang pada beberapa dalil, antara lain :

1. Hadits riwayat Imam Bukhari :

ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻥَّ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦَ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﺟَﺎﺀَ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﺨَﻨْﺪَﻕِ ﺑَﻌْﺪَﻣَﺎ ﻏَﺮَﺑَﺖِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ، ﺟَﻌَﻞَ ﻳَﺴُﺐُّ
ﻛُﻔَّﺎﺭَ ﻗُﺮَﻳْﺶٍ ﻭَﻗَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﺎ ﻛِﺪْﺕُ ﺃَﻥْ ﺃُﺻَﻠِّﻲَ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮَ
ﺣَﺘَّﻰ ﻛَﺎﺩَﺕِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﺃَﻥْ ﺗَﻐْﺮُﺏَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﺎ ﺻَﻠَّﻴْﻨَﺎ .( ﻓَﻨَﺰَﻟْﻨَﺎ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺑُﻄْﺤَﺎﻥَ ﻓَﻨَﺘَﻮَﺿَّﺄُ
ﻟِﻠﺼَّﻼَﺓِ ﻭَﺗَﻮَﺿَّﺄْ ﻧَﺎﻟَﻬَﺎ، ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﺎ ﻏَﺮَﺑَﺖِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ
ﺛُﻢَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ ﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏَ . ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ. ﺇﻫـ ﺻﺤﻴﺢ ﺑﺨﺎﺭﻱ
ﻣﺸﻜﻮﻝ ﺟﺰﺀ ﺛﺎﻟﺚ ﺹ 33

Artinya :
“Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra. Bahwa
Umar bin Khatthab ra. Datang pada waktu perang khandaq setelah matahari terbenam. Dia mencaci maki orang-orang kafir Quraisy dan berkata : Ya
Rasulallah saya hampir saja tidak shalat Ashar
sehingga matahari terbenam, maka Nabi pun
bersabda : Demi Allah, saya sendiri juga belum
shalat Ashar, maka kita bersama Nabi turun
menuju ke tempat saluran air kemudian beliau
berwudlu dan kami pun berwudlu untuk shalat dan
beliau pun shalat Ashar setelah matahari terbenam,
dan sesudah itu shalat Maghrib”. (HR. Bukhari).

2. Kesepakatan para ulama, sebagaimana yang
dinyatakan oleh Syaikh Abd. Rahman Al-Juzairid
dalam kitabnya “al-fiqih ala al-madzahib al-
arba’ah” :

ﻗَﻀَﺎﺀُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻤَﻔْﺮُﻭْﺿَﺔِ ﺍﻟَّﺘِﻲْ ﻓَﺎﺗَﺖْ ﻭَﺍﺟِﺐٌ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻔَﻮْﺭِ
ﺳَﻮَﺍﺀٌ ﻓَﺎﺗَﺖْ ﺑِﻌُﺬْﺭٍ ﻏَﻴْﺮِ ﻣُﺴْﻘِﻂٍ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﻓَﺎﺗَﺖْ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋُﺬْﺭٍ ﺃَﺻْﻼً
ﺑِﺎﺗِّﻔَﺎﻕِ ﺛَﻼِﺛَﺔٍ ﻣِﻦَ ﺍْﻷَﺋِﻤَّﺔِ، ﻭَﻻَ ﻳَﺠُﻮْﺯُ ﺗَﺄْﺧِﻴْﺮُ ﺍﻟْﻘَﻀَﺎﺀِ ﺇِﻻَّ ﻟِﻌُﺬْﺭٍ
ﻛَﺎﻟﺴَّﻌْﻲِ ﻟِﺘَﺤْﺼِﻴْﻞِ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕِ ﻭَﺗَﺤْﺼِﻴْﻞِ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟْﻮَﺍﺟِﺐِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭُﺟُﻮْﺑًﺎ ﻋَﻴْﻨِﻴًّﺎ ﻭَﻛَﺎْﻷَﻛْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻮْﻡِ ﻭَﻻَ ﻳَﺮْﺗَﻔِﻊُ ﺍْﻹِﺛْﻢُ ﺑِﻤُﺠَﺮَّﺩِ
ﺍﻟْﻘَﻀَﺎﺀِ ﺑَﻞْ ﻻَ ﺑُﺪَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺘَّﻮْﺑَﺔِ ﻛَﻤَﺎ ﻻَ ﺗَﺮْﺗَﻔِﻊُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﺑِﺎﻟﺘَّﻮْﺑَﺔِ
ﺑَﻞْ ﻻَ ﺑُﺪَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘَﻀَﺎﺀِ ﻟِﺄَﻥَّ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﻁِ ﺍﻟﺘَّﻮْﺑَﺔِ ﺍْﻹِﻗْﻼَﻉُ ﻋَﻦِ
ﺍﻟﺬَّﻧْﺐِ ﻭَﺍﻟﺘَّﺎﺋِﺐُ ﺑِﺪُﻭْﻥِ ﻗَﻀَﺎﺀٍ ﻏَﻴْﺮُ ﻣُﻘْﻠِﻊٍ ﻋَﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻪِ .

Artinya :
“Mengqodlo shalat fardlu yang lewat waktunya itu
wajib dilakukan seketika, baik meninggalkannya
karena udzur yang tidak menggugurkan kewajiban
shalat atau tanpa udzur sama sekali. Demikian
menurut kesepakatan tiga orang imam madzhab.
Tidak boleh mengakhirkan pelaksanaan qodlo,
kecuali karena udzur, seperti untuk mencari rizqi,
menuntut ilmu yang fardu ‘ain, makan dan tidur.
Seseorang belum bebas dari dosa hanya dengan
mengqodlo akan tetapi harus dengan taubat juga,
sebagaimana dia belum bebas kewajiban shalatnya
hanya dengan bertaubat saja, akan tetapi harus
dengan qodlo juga, karena di antara syarat sahnya
taubat adalah harus menghentikan perbuatan dosa,
sedangkan orang yang bertaubat tanpa mengqodlo
berarti belum menghentikan dosanya”.

3. Qiyas, yakni mengqiyaskan/menyamakan orang
yang sengaja meninggalkan shalat dengan orang
yang tertidur atau lupa. Jelasnya : hadits tentang
wajibnya qodlo bagi orang yang tertidur atau lupa,
memberi petunjuk bahwa orang yang meninggalkan
shalat dengan sengaja itu juga wajib mengqodlo,
sebab kalau yang meninggalkan shalat karena
tertidur atau lupa masih diwajibkan mengqodlo
apalagi bagi yang meninggalkannya dengan
sengaja. Hal tersebut seperti firman Allah SWT. :

ﺇِﻣَّﺎ ﻳَﺒْﻠُﻐَﻦَّ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺍﻟْﻜِﺒَﺮَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﺃَﻭْ ﻛِﻼَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻼَ ﺗَﻘُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺃُﻑٍّ .
ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ : 23
Artinya :
“jika salah seorang di antara Bapak dan Ibumu
atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam
pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu
mengatakan “ah” kepada keduanya” (QS. Al-Isra’
23).

Ayat ini memberi petunjuk kalau berkata “ah” saja
dilarang, apalagi memukulnya, malah sangat
dilarang.
Demikian pula sabda Nabi SAW. :

ﺍﻟﺜَّﻴِّﺐُ ﺃَﺣَﻖُّ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻭَﻟِﻴِّﻬَﺎ، ﻭَﺍﻟْﺒِﻜْﺮُ ﻳَﺴْﺘَﺄْﺫِﻥُ ﺃَﺑُﻮْﻫَﺎ ﻓِﻲ
ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ، ﻭَﺇِﺫْﻧُﻬَﺎ ﺻُﻤَﺎﺗُﻬَﺎ. ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻭﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ
ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ . ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ ﺹ 130

Artinya :
“Si janda itu lebih berhak terhadap urusan
pribadinya (dalam hal menikah) dari pada walinya.
Sedangkan si gadis ayahnya cukup meminta
persetujuan kepadanya. Tanda setuju si gadis
adalah diamnya”. (HR. Abu Dawud dan Nasa’ai)
.
Jadi kalau si gadis yang diam saja sudah dianggap
sah persetujuannya, apalagi kalau dia itu berbicara
(malah lebih dianggap sah). Penentuan hukum
yang demikian ini dalam istilah ilmu Ushul Fiqih
disebut qiyas aulawi.
Ada lagi petunjuk dari hadits lain :

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻼً ﺟَﺎﺀَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﺇِﻥَّ ﺃُﻣِّﻲ ﻣَﺎﺗَﺖْ
ﻭَﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺻَﻮْﻡُ ﺷَﻬْﺮٍ، ﺃَﻓَﺄَﻗْﻀِﻴﻪِ ﻋَﻨْﻬَﺎ؟ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺃُﻣِّﻚَ
ﺩَﻳْﻦٌ، ﺃَﻛُﻨْﺖَ ﻗَﺎﺿِﻴَﻪُ ﻋَﻨْﻬَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺪَﻳْﻦُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﺣَﻖُّ
ﺃَﻥْ ﻳُﻘْﻀَﻰ . ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ

Artinya :
“Dari Ibnu Abbas ra. Diriwayatkan bahwa seorang
laki-laki datang kepada nabi saw. dia berkata : ya
rasulallah, sesungguhnya ibu saya telah meninggal
dunia padahal dia punya hutang puasa selama satu
bulan, apakah boleh saya mengqodlo puasa untuk
ibuku itu? Rasulullah menjawab : andai kata ibumu
itu punya hutang, apakah kamu juga
membayarnya? Orang itu menjawab : ya, maka
nabi kemudian bersabda : kalau begitu hutang Allah
lebih berhak untuk dibayar” (HR. Ahmad).

Kita semua memaklumi bahwa isi hadits tersebut
mengenai qodlo puasa, namun bisa juga digunakan untuk pengertian yang lebih umum, karena yang
dianggap dalam memahami suatu kata adalah artinya yang umum bukan hanya melihat kepada
sebabnya yang khusus.

Apalagi bila difahami
bahwa dalam riwayat hadits tersebut nabi saw.
memberi petunjuk agar kita menggunakan qiyas.
Sudah tidak diragukan lagi, bahwa orang
meninggalkan shalat dengan sengaja itu berarti
shalat tersebut menjadi tanggungan baginya yang
harus dia lunasi sebagaimana tanggungan
terhadap sesama manusia, disamping dia harus bertaubat dan mohon ampun kepada Allah karena
kelengahannya tidak mengerjakan shalat pada
waktunya. Sedangkan melunasi hutang itu wajib
menurut hadits di atas, baik hutang itu kepada
Allah atau kepada sesama manusia.

Dengan uraian di atas, jelaslah bagi kita bahwa
pendapat golongan dhahiriyah yang menyatakan
tidak wajib mengqodlo shalat fardlu yang lewat dan tidak sah shalat yang dikerjakan sesudah habis
waktunya adalah pendapat yang jauh dari
kebenaran. Bahkan qodlo itu tetap wajib bagi orang
yang meninggalkan shalat, baik karena tertidur,
lupa, apalagi disengaja. Perlu diingat bahwa
pendapat jumhurul ulama’ yang merupakan
pendapat mayoritas umat Islam itulah yang
mendekati kebenaran, bila dibanding dengan
pendapat golongan kecil yaitu golongan dhahiriyah
yang pengikutnya sangat sedikit sekali.

⇨و ﷲ ﺍﻋﻠﻢ⇦

Catatan Priyatna™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s