SOSOK PEMILIK DUA HATI

-o0 SOSOK PEMILIK DUA HATI 0o-

Di salah satu pertemuan kuliah yang dihadiri banyak mahasiswa, seorang doktor berbicara tentang al-Qur-an dan kandungannya, tata bahasa dan keajaibannya beserta kosa-kata yang terkandung di dalamnya.

Salah satu mahasiswa berdiri dan mengeluarkan pernyataan di hadapan sang doktor:

“Aku tidak percaya apa yang anda katakan karena di dalam al-Qur-an terdapat kerancuan. Buktinya adalah ayat:

((مَّا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ))

‘Allah tidak menjadikan pada diri seseorang (laki-laki) dua hati dalam rongganya.’ (QS al-Ahzab: 4)

Kenapa Dia (Allah) mengatakan ‘Rajulun (seorang laki-laki)’ dan tidak mengatakan ‘Basyar (manusia –lelaki dan wanita-)’

Bukankah manusia baik laki-laki maupun wanita hanya memiliki satu hati di dalam tubuhnya?”

Terdiamlah suasana saat itu. Sang mahasiswa menunggu jawaban yang memuaskan dari sang doktor.

Benarlah pertanyaannya, tak didapati dalam raga kita dua hati baik lelaki maupun wanita. Lantas kenapa Allah menggunakan kata “Rajulun (lelaki)” yang seolah-olah hanya berlaku pada lelaki saja?

Sang doktor kembali berpikir tentang jawaban soal yang ditujukan kepadanya.

Beliau paham bahwa jika pertanyaan ini tidak terjawab akan menjadi fitnah di antara mahasiswa dan perubahan cara pandang mereka terhadap al-Qur-an.

Sang doktor mengolah pikirannya begitu mendalam. Didapatilah jawaban yang ilmiah dan begitu logis yang tidak mungkin diperoleh kecuali dengan perenungan yang mendalam terhadap ayat-ayat Allah.

Dengan tenang sang doktor menjawab:

“Benar, kata ‘rajulun (seorang lelaki)’ dalam ayat tersebut adalah bersifat tunggal. Mustahil memiliki dua hati dalam tubuhnya. Namun tidak begitu dengan seorang wanita yang mampu memiliki dua hati dalam tubuhnya.

Lihatlah ketika dia hamil, dalam tubuhnya, ia memiliki dua hati yaitu hatinya dan hati sang anak yang ia kandung.

Maka, inilah al-Qur-an dengan mukjizatnya yang salah satunya ada di bumi.”

______
Diterjemahkan secara bebas dari page “Kun Lillah Kamaa Yurid Yakun Laka Fauqa Ma Turid”. Judul di atas dari penterjemah.

Ragunan, Jakarta Selatan, 19 Syawal 1434 H/27 Agustus 2013 M

*) dari Ust. Fachrian Almer Akiera -hafizhahullah-

Catatan Priyatna™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s