2 Pertanyaan Tentang Al-Qur’an dan Jawabanya

2Pertanyaan Tentang Al-Qur’an dan Jawabanya

1. Kenapa al-Quran Allah turunkan dalam bahasa Arab? Itu akan mengidentifikasi bahwa al-Quran diturunkan hanya untuk orang Arab?

2. Bagaimana meyakini al-Quran itu kalam Allah, sedangkan Allah itu Laisa kamitslihi syaiun. Kalau begitu Allah menggunakan Bahasa Arab dong? Kalau iya sama dong dengan makhluk.
___________

Sebenarnya Al-Quran hanya salah satu dari sekian kitab suci yang Allah SWT turunkan. Sebelum Al-Quran, sudah tak terhitung wahyu yg turun dari langit. Yang kita hafalkan sejak TK memang hanya 4 kitab suci saja, yaitu Zabur, Taurat, Injil dan Al-Quran. Namun sebenarnya jumlah kitab suci dan firman Allah SWT itu jauh lebih banyak dari yg terbenak di otak kita.

Dari sekian banyak firman dan kitab suci itu, hanya Al-Quran saja yg berbahasa Arab. Selebihnya, Allah SWT telah berbicara kepada manusia dgn beragam bahasa manusia. Tidak mungkin Allah SWT berbicara kepada manusia dgn bahasa binantang atau bahasa alien, karena tidak akan ada gunanya.

Kepada orang yg berbahasa Ibrani, Allah berbicara dgn bahasa Ibrani. Kepada komutinas yg berbahasa Suryani, Allah SWT berbicara dgn bahasa Suryaniyah. Dan demikian seterusnya, tidak ada satu pun umat di dunia ini yg tidak didatangi pembawa peringatan. Dan masing-masing datang dengan firman dari Allah SWT berbahasa kaum itu.

“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”. (QS Ibrahim: 4)

Setiap satu kaum diberi satu atau bahkan beberapa nabi. Demikian juga dengan kitab suci. Dan tiap kitab suci itu berbahasa sesuai dengan bahasa yg dimengerti kaum itu.

Mengapa al-Quran harus berbahasa Arab?

Setelah periode satu kaum satu nabi dan satu kitab suci serta satu bahasa, pada bagian akhir dari masa kehidupan manusia, Allah SWT berkehendak untuk menyatukan semua bangsa2 di dunia dgn hanya satu nabi, satu kitab suci dan tentunya satu bahasa kitab suci.

Untuk itu diperlukan satu bahasa yg memang punya kapasitas dan karakteristik yg unik, universal, serta istimewa. Sebab sangat tidak mungkin kitab suci terakhir itu diturunkan dalam banyak bahasa. Mengingat jumlah bahasa umat manusia di penghujung zaman ini sudah tak terhingga banyaknya.

Cukup satu bahasa saja yg digunakan, namun bahasa ini adalah bahasa yg paling istimewa dari semua sisinya. Baik dari jumlah kosa-katanya, sampai kepada strukturisasi gramatikanya.

Pastinya, bahasa sebuah kitab suci itu harus punya kemampuan prima dalam penyampaian pesan. Tiap kata yg digunakan benar-2 kata pilihan, tidak asal sebut saja. Karena kitab suci itu akan menjadi sumber rujukan syariah sepanjang zaman. Tentunya kata-kata yg digunakan harus berupa pilihan kata dari bahasa yg sangat2 kuat sisi bahasanya.

Dan barangkali bahasa selain Arab tidak punya padanannya, sehingga ketika diterjemahkan, akan kehilangan rasa dan kekuatannya.

Contoh sederhana, bahasa arab menggunakan dua kata yg berbeda untuk menyebut tuhan, yaitu “ilah dan rabb”. Bahasa lain tidak pernah punya pembedaan sedetail ini. Kata “ilah” diterjemahkan sebagai tuhan dan kata “rabb” juga tuhan. Padahal makna tuhan dalam kata “ilah” punya rasa, karakter dan pengertian rinci yg sangat jauh berbeda dengan makna tuhan dalam kata “rabb”.

Memang benar bahwa tiap bahasa punya idiom khas yg tidak bisa diterjemah secara sederhana ke dalam bahasa lain. Tetapi idiom dalam bahasa arab jauh lebih sempurna, banyak, serta bervariasi. Semua menggambarkan perasaan, pemikiran, ekspresi, sikap, pola pikir, budaya, moral, etika, seni dan budaya umat manusia.

Orang jawa punya idiom unik, misalnya kata-kata ‘mbok yo’. Seandainya pak SBY bilang: “Mbok yo sampean jangan begitu tho, Mr. Bush”. Pusing tujuh keliling penerjemah resmi Presiden RI ketika harus menerjemahkan kalimat dari mulut atasannya kepada Presiden AS. Apa terjemahan yg paling tepat dari kata mbok yo? Apakah “mother yes”, atau please atau apa ya?

Yang juga tidak kalah penting adalah faktor keindahan bahasa itu ketika dibunyikan. Agar jangan sampai kitab suci ini tidak enak didengar telinga, akhirnya hanya menjadi ensiklopedi yg tersusun rapi di rak tanpa pernah disentuh, apalagi dibaca.

Al-Quran adalah kitab yg didesain untuk selalu dekat dgn manusia dalam keadaan apapun. Karena itu membutuhkan sebah bahasa yg bisa setiap saat ‘didendangkan’, karena memang terdengar indah di telinga, merdu dan bikin kangen. Selain itu mudah diingat karena punya karakter yg mudah.

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. al-Qamar: 17)

Faktor Usia Bahasa

Semakin tua usia bahasa, maka akan semakin luas kosa dan perbendaharaannya. Dengan demikian kapasitas bahasa itu untuk menyampaikan pesan menjadi jauh lebih lebar dan luas.

Bahasa Arab adalah bahasa yg sudah ada sejak manusia menginjakkan kaki pertama kali di planet ini. Sepanjang zaman, bahasa Arab selalu mengalami pengayaan perbendaharaan. Dan tentunya paling banyak digunakan oleh manusia sepanjang sejarah.

Bahasa Inggris yg sering didengungkan sebagai bahasa pergaulan internasional, ternyata bahasa yg baru muncul beberapa ratus tahun terakhir ini saja. Meski bangsa Inggris kuno sudah ada jauh sebelumnya, namun para ahli sepakat bahwa bahasa yg digunakan bangsa Inggris kuno bukanlah bahasa Inggris modern sekarang ini.

Sampai ada sebuah perumpamaan yg menggelikan. Seandainya Ratu Elizabeth II ratu Inggris hari ini bertemu dengan kakek moyangnya di zaman Robinhood, misalnya King Arthur, dengan pertolongan lorong waktu, maka keduanya tidak akan menggunakan bahasa Inggris, melainkan bahasa tarzan, alias bahasa isyarat.

Mengapa? Karena bahasa masing2 sangat berbeda, bukan hanya dalam penggunaan istilah semata, tetapi juga struktur dan cara pengungkapannya.

Adapun bahasa Arab sudah dikenal sejak zaman nabi Ismail bin Ibrahim alaihissalam. Bahkan sebagian ahli bahasa berpendapat bahwa nabi Adam sudah berbahasa Arab. Logikanya, karena beliau diciptakan di surga, sedangkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab. Tentunya sejak masih di surga beliau sudah bercakap2 dgn isterinya, Hawwa. Dan ketika keduanya mendarat di muka bumi yg saat itu belum ada makhluk cerdasnya, bahasa Arablah yg digunakan oleh generasi pertama manusia di muka bumi.

Kalau argumentasi ini benar, maka bahasa Arab adalah bahasa manusia pertama. Tentunya juga bahasa manusia tertua di dunia ini. Dan hal ini cocok dgn teori para ahli bahasa yg mengatakan bahwa bahasa bangsa2 manusia di dunia ini membentuk rumpun2 yg berasal dari satu kesatuan. Maka dengan teori ini tidak salah bila dikatakan bahasa Arab adalah induk dari semua bahasa manusia.

Apalagi kalau dikorelasikan dengan jumlah kosa katanya yg sangat banyak, jauh mengungguli semua kosa kata bahasa manusia saat ini. Dan otomatis juga merupakan bahasa yg paling banyak digunakan oleh manusia sepanjang sejarah. Bukan dalam satu kurun waktu saja.

Bahkan bahasa Inggris pun ternyata bukan bahasa yg paling banyak digunakan manusia pada saat ini. Ternyata bahasa yg paling banyak dipakai manusia saat ini adalah bahasa Cina (Mandarin). Tapi kalau kita hitung bukan berdasarkan satu kurun waktu, tetap saja bahasa Arab adalah bahasa yg paling banyak dipakai oleh manusia secara total.

Dan juga tidak lupa dari keabadian dan kekekalannya, pasti sangat menentukan. Akan jadi runyam kalau sebuah kitab suci yg berlaku sepanjang zaman, tetapi bahasanya justru sudah punah dan tidak lagi digunakan lagi oleh lidah manusia modern.

Dr. Ahmad ‘Arif Al-Hijazi, doktor bahasa Arab dari Mesir pernah mengisahkan bahwa para ahli bahasa dari seluruh dunia pernah melakukan riset spektatuler. Intinya, bahasa Arab memang layak jadi bahasa kitab suci umat manusia karena akan terus abadi sepanjang zaman.

Penelitian mereka berangkat dari rasa ingin tahu tentang bahasa manusia manakah yg masih besar kemungkinannya masih digunakan oleh manusia pada beberapa abad mendatang. Hal itu mengingat bahwa kecenderungan setiap bahasa di dunia ini akan mengalami kemunduran hingga akhirnya lenyap sama sekali. Meski di masa lalu pernah menjadi bahasa yg besar, karena digunakan oleh bangsa2 besar dunia.

Misalnya, bangsa Mesir kuno pernah menjadi bangsa terbesar di muka bumi ini dengan kemajuan peradaban serta teknologinya. Tentunya mereka punya bahasa tersendiri yg sangat mereka banggakan. Namun kita tahu bahwa bahasa Mesir kuno sudah terkubur bersama para Firaun di padang pasir. Hari ini hanya profesor bahasa purba saja yg bisa mengira-ngira terjemahan tulisan heliografi di tembok Pyramid.

Demikian juga dengan bahasa manusia modern sekarang ini, para ahli percaya bahwa beberapa abad ke depan, tidak akan ada lagi manusia yg berbahasa dengan bahasa yang digunakan saat ini. Lalu bagaimana kita bisa menyampaikan informasi tentang peradaban abad 21 ini kepada generasi manusia di abad2 mendatang?

Setelah melalui beragam pengujian dan penelitian atas sejarah karakteristik berbagai bahasa manusia, akhirnya mereka sepakat bahwa bahasa arab akan tetap dipakai manusia sampai abad2 mendatang. Sehingga peradaban manusia bisa menitipkan ilmu dan sejarahnya lewat bahasa arab untuk disampaikan kepada manusia di masa mendatang.

Dari uraian di atas, maka jawaban singkat dari pertanyaan anda adalah:

Al-Quran bukan kitab untuk orang arab saja, tetapi untuk seluruh manusia. Mesir, Sudan, Iraq, Iran, Palestina, Jordan, Libanon, Suriah, Libia, Maroko, Tunis, sampai Aljazair dahulu bukan negeri Arab. Mereka punya bahasa sendiri-sendiri. Tetapi seiring dgn masuknya Islam ke negeri itu, maka mereka pun belajar bahasa arab, menggunakannya bahkan menjadi bahasa sehari-hari. Bahkan bahasa resmi kesultanan Islam di nusantara juga bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa kosmpopolitan dan bahasa milik dunia dan umat manusia.

Allah SWT itu memang berbeda dgn makhluknya, tetapi bukan berarti Allah tidak bisa bahasa manusia. Justru Allah SWT yg menciptakan semua bahasa manusia. Dan kalau Allah SWT berbicara kepada manusia dengan menggunakan salah satu bahasa yg telah diajarkannnya kepada manusia itu, tentu bukan berarti Allah itu berubah wujud menjadi manusia.

Wallaahu a’lam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s