Hukum Karma

بســـــــــــــم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum..

“HUKUM KARMA”

Adakah Karma Dalam Islam?

Dalam kitab Majma’uz Zawaid,Imam al
Haitsami menyebutkan sebuah kisah tentang wafatnya al Husain bin Ali.

Disebutkan ada seorang lelaki bernama Zur’ah yang ikut andil dalam pembunuhan Husain bin Ali dengan panahnya.

Saat al Husain mendekati ajal, Beliau meminta air.Akan tetapi para penjahat itu,termasuk Zur’ah tak mengijinkan seorangpun memberinya minum.

Singkat cerita,al Husain wafat. Dan manakala Zur’ah mendekati ajalnya,dia dihukum dengan deraan rasa haus yang tak kunjung terpuaskan meski telah minum hingga kembung.

Akhirnya dia pun tewas karena kehausan.
(Disebutkan juga dalam Nihayatuzh
Zhalimin:3/88)

Membaca kisah di atas,kita jadi teringat satu hal;hukum karma.

Kejahatan seseorang akan membuahkan keburukan serupa atas dirinya.

Namun,benarkah hukum karma itu ada?

Dan apakah Islam juga mengakui hukum karma?

Mari kita cermati persoalan ini.

Karma menurut bahasa Sanksekerta artinya berbuat. Secara istilah,karma dipahami sebagai hukum sebab akibat atau“samsara”. Konsep ini diakui dalam filsafat Hindu, Sikh dan Budhisme.

Hasil atau buah dari perbuatan disebut karma-phala.

Ini bukan hanya berlaku untuk hal buruk,yang baik juga demikian.

Hanya saja konotasi makna karma atas perbuatan buruk lebih masyhur.

Dalam filsafat Jawa,konsep karma juga di yakini keberadaaanya sebagai hukum sebab akibat.

Pepatah Jawa mengatakan “ngunduh wohing pakarti” (seseorang akan
memetik buah dari perbuatannya).

Yaitu bahwa perbuatan seseorang akan secara aktif berperan membentuk dan memengaruhi masa yang akan datang.

Sesuatu yang positif akan membuahkan hasil positif dan yang negatif akan mendatangkan hal negatif.

Banyak peribahasa
mengibaratkan hal ini,misalnya: Siapa menanam akan mengetam,siapa
menebar angin akan menuai badai atau menepuk air di dulang,terpercik muka sendiri.

Orang Eropa menyebutnya dengan hukum kausalitas.

Bagaimana dengan Islam?

Sebenarnya konsep sebab akibat merupakan sunah kauniyah Allah yang memang bisa di indera dan di ambil sebagai “ilmu kehidupan”oleh manusia.

Karenanya,tidak mengherankan jika hal tersebut di akui oleh berbagai agama dan ajaran.

Semua orang tentu mengerti bahwa perbuatan jahat seperti mencuri, menyakiti atau membunuh pasti akan menyebabkan munculnya keburukan;dibenci orang,balas di sakiti atau bahkan dibunuh

Demikian pula sebaliknya,yang berbuat baik akan menuai buah kebaikannya.

Hanya saja,pada masing-masing agama pasti ada perbedaan dalam beberapa sisinya karena perbedaan keyakinan

Di dalam Islam,konsep jaza’(balasan atas perbuatan) merupakan bagian penting dalam ajarannya.

Pepatah mengatakan “kama tadinu tudanu”,bagaimana kamu memperlakukan,seperti itulah kamu akan diperlakukan.

Ini bukan hadits, tapi menurut sebuah riwayat pepatah ini adalah nasihat bijak Abu Darda’,yang diriwayatkan secara mauquf oleh Abu Qilabah.Lengkapnya:
“Kebajikan itu tak akan pernah usang,dosa tak akan pernah dilupakan,sedangkan Allah Maha Pembalas tak akan mati,Lakukanlah pa yang engkau suka.Karena sebagaimana engkau memperlakukan,seperti itulah kau akan diperlakukan.”
(Jaami’ul Ahadits,Jalaluddin As Suyuthi,11/169, Asy Syamilah.)

Hanya saja,tentunya Islam tidak mengenal istilah karma.

Di dalam Islam kita meyakini bahwa Allah Ta’ala membalas perbuatan baik dan mengganjar perbuatan buruk,Balasan itu bisa di dunia,
bisa pula di akhirat atau bahkan dunia dan akhirat.

Dan setiap balasan yang Allah berikan pasti akan setimpal dengan kadar perbuatan yang menyebabkanya,sesuai kebijaksanaan-Nya.

Perbuatan baik akan mendatangkan kebaikan,sedang perbuatan buruk akan mendatangkan keburukan pula.
Dan Allah sedikitpun tidak pernah zhalim atas hamba-Nya.

Sebagian salaf mengatakan;
“Sesungguhnya balasan keburukan adalah munculnya keburukan setelahnya sebagaimana balasan kebaikan adalah diperolehnya kebaikan sesudahnya.”
(disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir,II/498).

Yang membedakan Islam dengan ajaran lain adalah keyakinan mengenai siapa yang menjalankan hukum ini.

Seoang muslim meyakini,Allah lah yang punya hak mutlak untuk membalas dan menghukum perbuatan manusia.

Sifatnya sangat rahasia dan sesuai kehendak-Nya. Dan karenanyalah balasan atas suatu perbuatan manusia tidak semuanya bisa diterka.

Bahwa kalau berbuat begini,besok pasti akan diperlakukan persis seperti dulu dia berbuat.Ada banyak aspek yang–atas izin-Nya-turut memengaruhi.

Hal itu menjadi sesuatu yang rumit,kompleks dan tidak terduga.Bisa jadi seseorang memang dibalas persis seperti perbuatannya, atau seperti yang sudah di ancamkan dalam nash.

Tapi bisa jadi pula dalam bentuk lain,atau tidak menutup kemungkinan tidak ada balasan sama sekali karena kasih sayang Allah atasnya.

Semua ini berjalan atas kekuasaan Allah.Sebagian kekuasaan itu diwujudkan dalam aturan syariat yang harus dijalankan manusia.

Misalnya,hukuman bagi pembunuh yang disengaja adalah hukuman mati, tentunya setelah melalui
keputusan hakim yang berwenang. Dan sebagian besar lain merupakan hukuman yang sifatnya ghaib.

Artinya hanya Allah sajalah yang tahu,apa,
kapan dan bagaimana hukuman itu akan di berlakukan.

Hal lain yang membedakan adalah cara untuk menghindarkan diri dari efek negatif perbuatan buruk yang dilakukan,tentunya juga harus mengacu pada tuntunan-Nya.

Yakni dengan taubat nashuha,
memohon keridhoan dari yang dizhalimi dan mengembalikan haknya.

Setelah itu berusaha memperbaiki diri dengan ketatan kepada-Nya dan menjauhi perbuatan zhalim yang lain.

Sedang agama lain mungkin menyaratkan penebusan,sesaji,ritual tertentu
yang semuanya tidak akan menyelesaikan masalah karena tidak berada di bawah bimbingan-Nya.

Wallahua’lam,

semoga dosa-dosa kita diampuni dan di hindarkan dari
dampak buruknya.

Aamiin ya rabbal’alamin.

Wassalamu’alaikum..

Semoga bermanfaat

Silahkan di share kalo menurut sahabat bermanfaat tdak perlu minta izin.

#ro,id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s