{ Kisah } GADIS KECIL PELITA DUNIA DAN AKHIRAT

Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh…

{ Kisah } GADIS KECIL PELITA DUNIA DAN AKHIRAT.

Sore itu seorang ulama besar dimasa lalu bernama Al-Hasan  Al-Bashri sedang duduk-duduk di teras rumahnya.Rupanya ia sedang bersantai makan angin. Tak lama setelah ia duduk bersantai,lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya.Di bawah keranda jenazah yang sedang di usung berjalan gadis kecil sambil terisak-isak.Rambutnya tampak kusut dan terurai,tak beraturan.

Al-Basri tertarik penampilan gadis kecil tadi.ia turun dari rumahnya dan turut dalam iring-iringan.ia berjalan di belakang gadis kebil itu.

Di antara tangisan gadis itu terdengar kata-kata yang menggambarkan kesedihan hatinya ” Ayah,baru kali ini aku mengalami peristiwa seperti ini.”
Hasan al-Bashri menyahut ucapan sang gadis kecil,” Ayahmu juga sebelumnya tak mengalami peristiwa seperti ini.”

Keesokan harinya,usai shalat subuh,ketika matahari menampakkan dirinya di ufuk timur,sebagaimana biasanya Al-Bashri duduk dh teras rumahnya.sejurus kemudian gadis kecil kemarin melintas ke arah makam ayahnya.” Gadis kecil yang bijak ” gumam Al-Bashri. ” Aku akan ikuti gadis kecil itu.”

Gadis kecil itu tiba di makam ayahnya.Al-Bashri bersembunyi di balik pohon,mengamati gerak-geriknya secara diam-diam.gadis kecil itu berjongkok di pinggir gundukan tanah makam.ia menempelkan pipinya ke atas gundukan tanah itu sejurus kemudian,ia meratap dengan kata-kata yang terdengar sekali oleh Al-Bashri.

” Ayah,bagaimana keadaanmu tinggal sendirian dalam kubur yang gelap gulita tanpa pelita dan tanpa pelipur ?
Ayah,kemarin malam ku nyalakan lampu untukmu,semalam siapa yang menyalakannya untukmu ?
Kemarin masih kubentangkan tikar,kini siapa yang melakukannya ayah ? kemarin malam aku masih memijat kaki dan tanganmu,siapa yang memijatmu semalam ayah ? kemarin aku yang memberimu minum,siapa yang memberimu minum tadi malam ? kemarin malam aku membalikkan badanmu dari sisi yang satu ke sisi yang lain agar engkau merasa nyaman,siapa yang melakukannya untukmu semalam,ayah ?

Kemarin malam aku yang menyelimuti engkau,siapakah yang menyelimuti engkau semalam ayah ? ayah kemarin malam kuperhatikan wajahmu,siapakah yang memperhatikan tadi malam ayah ? kemarin malam kau memanggilku dan aku menyahut panggilanmu,lantas siapa yang menjawab panggilanmu tadi malam ayah ? kemarin aku suapi engkau saat kau ingin makan,siapakah yang menyuapimu semalam,ayah ? kemarin malam aku memasakan aneka macam makanan untukmu ayah,tadi malam siapa yang memasakkanmu ?

Mendengar rintihan gadis kecil itu,Hasan Al-Bashri tak tahan menahan tangisnya.keluarlah ia dari tempat persembunyiannya,lalu menyambut kata-kata gadis kecil itu.

” Hai,gadis kecil ! jangan berkata seperti itu,tetapi ucapkanlah ” ayah kuhadapkan engkau ke arah kiblat,apakah kau masih seperti itu atau telah berubah ayah ? kami kafani engkau dengan kafan yang terbaik,masih utuhkan kain kafan itu atau telah tercabik-cabik,ayah ? kuletakkan engkau di dalam kubur dengan badan yang utuh,apakah masih demikian,atau cacing tanah telah menyantapmu ayah ?

Ulama mengatakan bahwa hamba yang mati ditanyakan imannya.ada yang menjawab dan ada juga yang tidak menjawab.bagaimana dengan engkau ayah ? apakah engkau bisa mempertanggung jawabkan imanmu,ayah ? ataukah,engkau tidak berdaya ?

Ulama mengatakan bahwa mereka yang mati akan di ganti kain kafannya dengan kain kafan dari syurga atau dari neraka. engkau mendapat kain kafan dari mana,ayah ?

Ulama mengatakan bahwa kubur sebagai taman surga atau jurang menuju neraka.kubur kadang membela orang mati seperti kasih ibu,atau terkadang menghimpitnya sebagai tulang belulang berserakan. apakah engkau dibelai atau dimarahi ayah ?

Ayah,kata ulama,orang yang dikebumikan menyesal mengapa tidak memperbanyak amal baik.orang yang ingkar menyesal dengan tumpukan maksiatnya,apakah engkau menyesal karena kejelekanmu ataukah karena amal baikmu yang sedikit ayah ?

jika kupanggil,engkau selalu menyahut,kini aku memanggilmu di atas gundukan kuburmu,lalu mengapa aku tak bisa mendengar sahutanmu,ayah ?

ayah,engkau sudah tiada,aku sudah tidak bisa menemuimu lagi hingga hari kiamat nanti.Wahai Allah,janganlah KAU rintangi pertemuanku dengan ayahku di akhirat nanti.

Gadis kecil itu menengok kepada Hasan Al-Basri seraya berkata ” Betapa indah ratapanmu kepada ayahku.Betapa baik bimbingan yang telah ku terima.Engkau ingatkan aku dari lelap lalai.”

Kemudian,Hasan al-Bashri dan gadis kecil itu meninggalkan makam.mereka pulang sembari berderai tangis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s