Menundukan Pandangan

Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullah (murid utama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah) memberi nasehat nasehat ini dalam salah satu karya beliau “Al Fawaa’id”;

Bila datang pandangan tidak halal, maka ketahuilah sesungguhnya dia menyalakan api peperangan. Karenanya, gunakanlah selimut “ghadhul bashor” (menundukkan/menjaga pandangan) sesuai dengan perintah Allah berikut:

“Katakanlah kepada laki-laki
yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya…” (QS An Nur : 30)

Dengannya, engkau pasti selamat darinya.

Manfaat Menundukkan Pandangan
(Dikutip dari kitab Raudlatul Muhibbin karya Ibnul Qayyim)

Menjernihkan Hati
Menundukkan pandangan dapat menjernihkan hati dari pedihnya kesedihan. Oleh karena itu, jika ada orang yang terus suka mengumbar pandangannya, maka dia akan terus menderita dalam kesedihan.
“ wahai orang yang senantiasa melemparkan anak panah pandangan,
Engkau terbunuh dengan panahmu sendiri yang tidak meleset”

Membuat Hati, Mata, dan Wajah Bercahaya
Menundukkan pandangan dapat menyebabkan hati mendapat cahaya dan senantiasa bersinar, begitu juga dengan mata, wajah dan semua anggota tubuhnya.
Rasulullah Saw. Bersabda,
“ Pandangan merupakan anak panah yang beracun dari panah-panah iblis, maka barangsiapa yang menundukkan pandangan dari kecantikan seorang wanita, maka Allah akan memberikan cahaya di dalam hatinya.” (HR.Muslim)

Mempunyai Firasat yang Jernih
Menundukkan pandangan dapat menjadikan seorang hamba mempunyai firasat yang jernih, karena menundukkan pandangan merupakan cahaya dan buah dari firasat. Sebagaimana ada yang mengatakan,
“ cermin hatimu tidak memperlihatkan kepadamu kebagusan hati,
Sedangkan jiwa di dalam hatimu itu selalu bernafas”

Membuka Pintu Ilmu
Menundukkan pandangan dapat membukakan pintu-pintu dan jalan ilmu bagi pelakunya. Allah SWT memudahkan hamba tersebut untuk mendapatkan ilmu karena hatinya bercahaya.

Menguatkan Hati
Menundukkan pandangan dapat menyebabkan seorang hamba mendapatkan kekuatan, ketetapan, dan ketabahan hati. Dan menjadikan seorang hamba mempunyai kekuatan kepandaian dan kekuatan berhujjah (beralasan). Dalam sebuah atsar (perkataan sahabat) dikatakan,
“sesungguhnya orang yang menyelisihi hawa nafsunya akan membuat setan takut, ketika melihat bayang-bayangnya.”

Menjadikan Hati Selalu Bahagia
Menundukkan pandangan dapat menyebabkan pelakunya merasakan kesenangan, kebahagiaan, dan kenikmatan serta rasa lapang yang lebih besar daripada mengumbar pandangan.

Melepaskan Pelakunya dari Tawanan Syahwat
Menundukkan pandangan dapat membebaskan pelakunya dari tawanan syahwat, karena sesungguhnya tawanan sejati itu adalah orang yang terikat dengan nafsu dan syahwatnya.

Menutup Pintu-Pintu Neraka Jahannam
Menundukkan pandangan juga bisa menutup pintu-pintu neraka jahannam, karena mengumbar pandangan adalah pintu syahwat yang selalu mendorong manusia untuk melaksanakan keinginan syahwat tersebut.

Menguatkan Akal
Menundukkan pandangan juga dapat menguatkan akal, menambahkan wawasan dan mengokohkan pemikirannya. Karena sesungguhnya mengumbar pandangan menghasilkan kebodohan dan membuat seseorang tidak bisa berpikir dengan baik.
“Manusia yang paling berakal ialah manusia yang tidak melakukan dosa, sehingga dapat memikirkan hasil apa yang akan dipetik”

Menjernihkan Hati dari Mabuk Syahwat
Menundukkan pandangan dapat menjernihkan hati dari mabuk syahwat, serta jeratan kelalaian. Karena sesungguhnya, mengumbar pandangan pasti akan melalaikan Allah serta kampung akhirat. Allah berfirman,
“Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)” (al-Hijr : 72)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s