Pentingnya Mengucap Insya Allah…(اِنْ شَآ ءَ اللّهُ )

:: PENTINGNYA MENGUCAPKAN
INSYA ALLAH :::1

Sahabat fillah , seberapa
pentingkah kita mengucapkan
kata “Insya Allah (dengan seijin
Allah) ” dalam berbagai
aktifitas kita … mari kita simak
kisah-kisah berikut , semoga
dapat menjadi hikmah dan
manfaat bagi kita bersama … 1.
Kisah Pertama Dalam hadits
riwayat Bukhori dan Muslim,
dikisahkan bahwa suatu hari,
nabi Sulaiman alaihisalam
berkata, “Malam ini aku akan
menyetubuhi 60 atau 70 istriku
sehingga mereka hamil. Lalu,
setiap istriku melahirkan
seorang anak lelaki yang akan
menjadi mujahid penunggang
kuda fisabilillah.” Namun
kemudian Nabi Sulaiman
alaihisalam lupa mengucapkan
insya Allah. Malam itu Nabi
Sulaiman alaihisalam berhasil
menyetubuhi 60-70 istrinya,
tetapi yang hamil hanya salah
satu istrinya. Dan saat
melahirkan, anak yang
dilahirkannya tidak sempurna
fisiknya, ia hanya berupa badan
saja. Dalam riwayat lain, ia
hanya sebelah manusia saja.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam.bersabda, “Kalau saja
Nabi Sulaiman alaihisalam
mengucapkan Insya Allah
niscaya mereka akan berjihad
dijalan Allah sebagai
penunggang kuda
semuanya.” (HR. Bukhori dan
Muslim) Dalam riwayat Imam
Muslim disebutkan : “Semua
wanita itu akan hamil (dan
melahirkan) putra yang
berjihad dijalan Allah.” (HR.
Muslim) 2. Kisah Kedua Di
puncak pertarungan pemikiran
antara Rasulullah shalallahu
alaihiwassalam dengan kafir
Quraisy, orang-orang Quraisy
mengirimkan dua orang
cendikiawannya sebagai
utusan khusus kepada orang-
orang yahudi di madinah.
Tujuannya, agar orang-orang
Quraisy mendapatkan
dukungan ilmu baru dalam
menghadapi Rasulullah SAW,
yakni An-Nadhar bin Al Harits
dan ‘Uqbah bin Abi Mu’ith.
Orang-orang yahudi membekali
dua orang cendikiawan itu
dengan tiga pertanyaan yang
harus mereka ajukan kepada
Rasulullah shalallahu
alaihiwassalam. Pertanyaannya
adalah : 1. Bagaimana kisah
Ashhabul Kahfi ? 2. Bagaimana
kisah dzul Qarnain? 3. Apa yang
dimaksud dengan ruh?
Mendapatkan tiga pertanyaan
seperti itu Rasulullah shalallahu
alaihi wassalam bersabda
“besok akan saya ceritakan
dan saya jawab.” Akan tetapi
beliau lupa mengucapka Insya
Allah. Akibatnya, wahyu yang
biasanya turun kepada beliau
setiap kali menghadapi
masalah, terhenti selama lima
belas hari. Sedangkan orang-
orang Quraisy setiap hari selalu
datang menagih janji Rasulullah
SAW. “mana ceritanya?
Besok…besok…besok…,”
begitu kira-kira ucapan orang-
orang quraisy itu. Rasulullah
shalallahu alaihiwassalam
sangat sedih atas kejadian itu.
Barulah setelah berlalu selama
15 hari Allah Subhana wa Ta’ala
menurunkan surat Al kahfi yang
berisi jawaban atas dua
pertanyaan yang diajukan
kepada Nabi Muhammad .
Sedangkan pertanyaan yang
ketiga disebutkan Allah
Subhanawata’ala . Dalam surat
Al Isra’ ayat 85. Pada
penghujung akhir kisah
Ashhabul Kahfi, Allah
Subhanahu wa Ta’ala
Berfirman : “ Dan jangan
sekali-kali kamu mengatakan
tentang sesuatu:
“Sesungguhnya aku akan
mengerjakan ini besok pagi,
Kecuali (dengan menyebut):
“Insya Allah” dan ingatlah
kepada Tuhanmu jika kamu
lupa dan Katakanlah: “Mudah-
mudahan Tuhanku akan
memberiku petunjuk kepada
yang lebih dekat kebenarannya
dari pada ini”. (QS. Al
Kahfi :23-24)

taufik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s