Pelajaran Alam Rahim

Pelajaran Alam Rahim

“ALASTU BIRABBIKUM..?”

“Apakah Aku Tuhan kalian..?”

“QAALU BALAA SAHIDNAA..”

“Benar Engkau adalah Tuhan kami..”

Kesaksian manusia di alam ruh terhadap wujud Allah yang tajalli.

Kemudian ditetapkanlah 3 hal padanya.  Umurnya, jodohnya dan rezekinya.

————————————Past Day———————————————-

Dia ciptakan sepasang insan sebagai sebab dari lahirnya manusia. Pertemuan sepasang manusia telah memunculkan satu kehidupan baru di alam rahim.

Dari setetes air yang hina berubah menjadi segumpal darah, 40 hari kemudian berubah menjadi segumpal daging, kemudian Dia rubah menjadi sebaik baik bentuk.

Dalam waktu yang singkat 9 bulan 10 hari, Dia sempurnakan jasad manusia di alam rahim tanpa dibekali nafsu, sehingga ia lahir ke alam dunia dalam keadaan bersyukur bersuka cita.

Seandainya di alam rahim ia dibekali nafsu yang ia turutkan..tentulah ia lahir ke dunia dalam keadaan merugi dan celaka.

Ia akan menolak karunia Allah di dalam kandungan ibunya.

“Untuk apa mata,,?? di sini gelap tak ada yang dilihat..”

“Untuk apa mulut..?? tak ada gunanya..”

“Untuk apa tangan dan kaki,,?? menambah sempit ruang gerak ku saja..”

“Aku hanya minta tali plasenta aja ya Allah,…Aku minta 2 atau 3..agar sumber makananku bertambah..”

Namun ketika ia lahir berpindah ke alam dunia, ia akan menyesal sejadi jadinya.

Tali plasenta yang ia anggap berguna dan ia butuhkan..ternyata adalah miliknya yang pertama kali akan dipotong dan dibuang karena tak bermanfaat.

Sedangkan mata,  mulut, tangan dan kaki yang ia anggap tak berguna adalah perkara penting yang sangat ia butuhkan untuk hidup di alam dunia.

————————— Present Day ———————————————

Manusia hidup di alam dunia dibekali nafsu oleh Sang Maha Pencipta. Yang apabila ia turutkan maka ia akan menjadi hamba yang durhaka dan celaka.

Diberikan perintah shalat..ia pun  membangkang..”Tak perlu..hanya membuang waktu saja..”

Diberikan perintah puasa..ia pun melawan..”Tak berguna..hanya membuatku lapar dan dahaga saja..”

Di berikan perintah zakat..ia pun menentang..”Untuk apa..hanya akan mengurangi hartaku saja..”

Ia pun hanya meminta harta saja, sebagai perkara yang ia anggap penting dan ia butuhkan.

“Berikan hamba uang yang banyak..rumah yang mewah..kendaraan yang bagus..isteri yang cantik..anak yang banyak..”

Allah yang Maha Pengasih mmberikan semua yang ia minta..sebagai janji Allah ketika ia masih di alam ruh.

——————————Future ——————————————–

Dan janji allah tentang umurnya pun tiba.

Sakaratul maut di depan mata.

Sang Malaikat pencabut nyawa bersiap memisahkan ruh dari jasadnya.

Sakitnya seperti tebasan seribu pdang, seperti kambing di kuliti hidup hidup.

Cintanya pada dunia telah membuatnya lalai dari menyebut Allah. Kalimat ujian yang menentukan ia bahagia atau celaka.

Kalimat agung yang menyebabkan dunia ini masih berputar., “LAA ILAA HA ILALLAAH..”

Ia lupa akan janjinya di alam ruh.

Bukti pnghambaan pada Tuhan nya..shalat, zakat, puasa, dan amalan agama lain nya yang bisa menyelamatkan nya telah hilang dibuangnya.

Ia sibuk menceracau tentang hartanya,

“Rumahku..mobilku..uangku..duhai isteri dan anak anak ku..” Kalimat terakhir yang membuatnya celaka di alam selanjutnya.

Setelah ruh keluar dari jasadnya, tinggal bangkai yang terbaring kaku.

Istri yang paling dicintainyapun enggan tidur disampingnya, anak-anaknya sibuk dengan berbagai urusan, pakaian mahalnya telah dilepas berganti dengan kain kafan sumbangan dari tetangga.

Mobil mewahnya dikendarai orang lain sedang dia diangkut keranda mayat milik mesjid mengendarai ambulance milik rumah sakit.

Rumah mewah serta kebun luasnya berganti dengan ruang sempit 1 x 2 meter.

Istri cantiknya bergegas kembali ke rumah menanti untuk ditindih suami yang baru sementara ia ditindih timbunan tanah yang menghimpit tubuhnya hingga rusuk-rusuknya saling bersilangan.

Cacing dan belatung segera berpesta pora memporak-porandakan tubuhnya.

Masuk dari lubang telinga, hidung dan mulutnya, wajah eloknya berubah menjadi bangkai berbau busuk dan segera kembali menjadi tanah.

Itulah yang terjadi pada dunianya.

Sementara ruhnya, berada ditepi jurang neraka, menghirup bau busuk dan asap neraka. uLar dan kalajengking dari neraka bergantian mematuk dan menyengat dirinya.

Selama ribuan bahkan jutaan tahun ia di azab dialam kubur menanti datangnya hari kebangkitan……..

Yaumil Mahsyar……….

Ia pun berteriak……….

“RABBANAA  ABSORNAA WA  SAMI’ NAA  FARJI’NAA  NA’MAL  SHAALIHAANN  INNAA  MUUQINUUN……..”

“Ya Tuhan….kami telah melihat dan mendengar……maka kembalikanlah kami ( ke dunia ), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh kami adalah orang-orang yang yakin…..”

Namun permintaannya tak mungkin terkabul sebagaimana air susu tak mungkin kembali ke putingnya.

Tak tahan menerima siksa, ia pun ia berharap agar hari kebangkitan segera datang……

Padahal penderitaan hari kebangkitan seribu kali lebih dahsyat daripada siksa kubur…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s