PERASAAN YANG MENDAHULUI PERNIKAHAN

image

Perasaan yang Mendahului Pernikahan

Oleh:Mohammad Fauzil Adhim

Dia adalah Khadijah. Seorang wanita terhormat, bangsawan terpandang dari kalangan Quraisy, klan elit di Makkah. Ia berasal dari keluarga yang mempunyai kedudukan dan kemuliaan. Orang di masanya, pasti tahu siapa Khadijah. Mereka mengenal keagungan, kebesaran dan keutamaannya. Wanita pengusaha yang mandiri dan penuh pengorbanan.Kalau kemudian ia menikah dengan Muhammad, pemuda miskin yang yatim piatu itu, bukan karena tak ada orang yang meminangnya. Telah banyak yang datang kepadanya, dan sebanyak itulah ia tidak bersedia menjadi istri. Padahal mereka adalah orang-orang kaya, orang-orang berpengaruh, orang-orang terhormat,orang-orang dari kalangan bangsawan dan orang-orang yang sangat diperhitungkan di antara kaumnya.Ia memilih Muhammad karena ia menyukai. Ia memilih Muhammad karena ia tahu akhlak Muhammad yang tinggi dan perilakunya halus.

Kepada Muhammad ia mengatakan, “Wahai Muhammad, aku senang kepadamu karena kekerabatanmu dengan aku, kemuliaanmu dan pengaruhmu di tengah-tengah kaummu, sifat amanahmu di mata mereka, kebagusan akhlakmu, dan kejujuran bicaramu.”Ketika simpati itu ada, dan perasannya menguat, Khadijah mulai berketetapan bahwa Muhammadlah yang paling berhak untuk menjadi suaminya. Sebaik-baik orang yang pantas untuk didampingi dengan kesetiaan penuh dan kecintaan yang dalam adalah Muhammad.Ketika perasaan itu menguat dan ketetapan sudah bulat, ia menyuruh pembantu laki-lakinya Maisarah untuk memperhatikan gerak-gerik Muhammad. Ia mengirim utusan kepada Muhammad untuk memintanya berangkat ke Syam membawa barang dagangan Khadijahdalam suatu kafilah. Khadijah menyertakan Maisarah dalam kafilah itu agar dapat memperhatikan gerak-gerik dan tingkah lakunya dari dekat. Sehingga Khadijah memperoleh keterangan dari orang yang benar-benar mengetahui, tidak menurut kabar burung yang belum jelas kebenarannya.

Khadijah kemudian memberanikan diri untuk menawarkan diri kepada Muhammad. Ia berharap Muhammad akan menangapi pikiran dan perasaannya, tetapi ia tidak melihat tanda-tanda yang menunjukkan hal itu pada diri Muhammad. Ia ingin menjajagi bagaimana sesungguhnya pikiran dan perasaan Muhammad. Karena itu, Khadijah kemudian meminta temannya, Nafisah binti Munayyah, menemui Muhammad.Di sejumlah buku sirah, kita dapati nukilan percakapan antara Nafisah binti Munayyah dengan Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang ketika itu belum menjadi rasul. Saya tidak berani mengutipkan di sini karena percakapan tersebut tidak memiliki sandaran riwayat yang kuat. Karena itu, saya memilih untuk menyampaikan hal-hal pokok terkait peristiwa ini, yakni atas perantaraan Nafisah binti Munayyah, Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam akhirnya berkenan menikah dengan Khadijah al-Kubra. Ketika Muhammad tidak memiliki harta yang cukup untuk disebut besar.Tepat pada waktu yang telah ditetapkan bersama oleh keluarga darikedua belah fihak, berangkatlah Muhammad bersama beberapa orang paman beliau, dipimpin oleh Abu Thalib, untuk secara resmi menyampaikan lamaran kepada Khadijah. Ketika masanya tiba,  sejarah pun mencatat peristiwa akad nikah yang paling barakah. Tak ada yang lebih barakah dari pernikahan itu sesudahnya.Begitu kisah pernikahan Siti Khadijah dan Muhammad Rasulullah Saw. Ada perasaan yang mendahului pada diri Khadijah karena terkesan oleh akhlaknya, kemudian diseriusi dengan usaha untuk mencapai pernikahan. Kelak dari pernikahan ini,lahir manusia-manusia suci yang dimuliakan Allah. Lahir Zainab yang memiliki putri Umamah. Lahir Fathimah yang dari rahim sucinya Allah mengaruniakan keturunan paling mulia, Al-Hasan dan Al-Husain.

Jadi, kalau suatu saat ada rasa simpati yang tumbuh kepada seorang ikhwan, tanyakanlah kesungguhan hati Anda. Jika perasaan itu terus mekar dan memantapkan keinginan untuk menjadi ibu bagi anak-anaknya, periksalah akhlak dan agamanya. Anda bisa mencari seorang Maisarah yang dapat memperhatikan gerak-geriknya dari dekat, sehingga anda mendapatkan informasi mengenai akhlak, agama dan sikapnya dari orang yang memang mengetahui sendiri. Bukan dari cerita-cerita yang tak jelas sumbernya. Anda bisa mengingat kisah percakapan Umar dengan orangyang akan menyampaikan informasi mengenai seseorang.Kalau Anda telah mendapatkan informasi yang semakin meyakinkan Anda, kini saatnya Anda bisa mencari seorang Nafisah binti Munayyah untuk menjajagi perasaan dan pikiranorang yang Anda harapkan. Seorang wanita yang matang lebih bisa membicarakan masalah-masalah gerak hati wanita dan menyelami pikiran laki-laki. Apalagi kalau sudah mempunyai beberapa anak.
*** Ini merupakan nukilan dari tulisan lama yang tidak saya publikasikan. Saya tulis sekitar tahun 1996 atau 1997. Kadang terbetik keinginan untuk menerbitkan naskahkeseluruhan beserta bab lain, sebuah tulisan bertajuk Masih Ada Tempat untuk Cinta. Tapi rasanya saya sudah terlalu tua untuk bicara cinta.🙂

Semoga bermanfaat …

~ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ~

catatan priyatna*

Poligami itu Haq, Maka Jangan Ingkari dan Rendahkan

Poligami itu Haq, Maka Jangan Ingkari dan Rendahkan

image

Poligami itu haq. Maka jangan ingkari dan rendahkan. Jangan pula jadikan canda konyol yang bertentangan dengan semangat darisyariat Islam. Padahal merendahkansyariat dan mendakwahkannya sebagai keburukan, dapat menjatuhkan seseorang pada tindakan melecehkan agamanya sendiri. Sementara menjadikannya sebagai candaan konyol yang banyak mengeksploitasisoal kesenangan, dapat menjadikan orang merendahkan syariat.

Sekedar catatan, dalam soal syariat yang memang ditetapkan oleh Allah Ta’ala, kita tidak memiliki hak untuk setuju atau tidak setuju. Jika seseorang menjalankan, itu bukanlah karena setuju atau sekedar sesuai dengan perasaannya.Begitu pula seseorang yang tidak melakukan pernikahan secara poligami, juga sama sekali bukan karena menolak syariat.Apakah tak boleh bercanda tentang poligami? Boleh saja. Tetapi jauhi yang hanya berurusan dengan kesenangan. Jaga kehormatan syariat. Jika obrolan di WA dan canda saat berjumpa hanya menguras soal kesenangan tanpa mengokohkan tanggung-jawab agama, niat dapat dengan mudah bergeser. Begitu pula orientasi dakwah dan berkeluarga juga mudah sekali berubah ke arah yang tak ada bedanya dengan seseorang yang tidak tercelup semangat berislam.

Jika ini kerap terjadi dan akhirnya menjadi biasa, jangan kaget jika aktivis dakwah melakukan poligami bukan atas alasan idealisme dakwah atau pun pertimbangan yang benar-benar syar’i. Bahkan sangat mungkin terjadi, yang pertama masih menikah di jalan dakwah. Yang kedua, disebabkan mata tak menghindarinya saat jalan-jalan. Yang pertama, mengajak ke surga dan taat kepada Allah Ta’ala. Yang berikutnya, mengajak menjauh dari komitmen terhadap agama disebabkan yang dipilih pun tidak mengenal dakwah maupun kajian agama. Na’udzubillahi min dzaalik.
Semoga Allah Ta’ala menjaga kita, keluarga kita, keturunan kita dari fitnah syahwat maupun fitnah syubhat.

Oleh: Ustd.Mohammad Fauzil Adhim

Catatan:
ALASAN RASULULLAH BERPOLIGAMI

1.Nama : Khadijah
Status : 2 kali janda
Usia Dinikahi : 40 thn
Usia Rasul : 25 thn
Kondisinya : Pengusaha, Keturunan Bangsawan, memiliki4 anak dari pernikahan sebelumnya, memiliki 6 anak dari Rasulullah.
Alasan dinikahi: Petunjuk Allah, karena dia adalah wanita pertama yang memeluk islam, dan mendukung dakwah Nabi

2. Nama : Aisyah ra
Status : gadis
Usia dinikahi : 11 tahun (tetapi tinggal serumah dengan Nabi setelah usia 19 tahun)
Usia Rasul : 52 tahun
Kondisinya :Cantik, cerdas, putri Abu Bakar Ash-Shiddiq
Alasannya :petunjuk Allah (lewat mimpinya 3 malam berturut-turut)…hikmahnya :Rasulullah mengajarkan tentangkewanitaan kepada Aisyah agar disampaikan kepada para umatnya kelak. Aisyah banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah yang disampaikan pada umat.

3. Nama : Saudah binti Zum’ah
Status : janda
Usia dinikahi : 70 thn
Usia Rasul : 52 thn
Kondisi :Wanita kulit hitam, janda dari sahabat nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang. Memilih 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama.
Alasannya :Menjaga keimanan Saudah dari gangguan kaum musyrikin

4. Nama : Zainab Binti jahsy
Status : Janda
Usia dinikahi : 45 thn
Usia Rasul : 56 thn
Kondisi :Mantan zaid bin Haritsah.
Alasan :Perintah Allah bahwa pernikahan harus sekufu, Zainab adalah mantan istri anakangkatnya Rasulullah. Sekaligusmenginformasikan bahwa anak angkat tidak bisa dijadikan anak kandung secara nasab. Maka istrinya tetap bukan mahrom untuk ayah angkatnya. Jadi boleh dinikahi.

5. Nama : Ummu Salamah
Status : Janda
Usia dinikahi : 62 thn
Usia Rasul : 56 thn
Kondisi :Putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar.
Alasan :Perintah Allah untuk membantu dakwah Nabi…

6. Nama : Ummu Habibah
Status : Janda
Usia dinikahi : 47 thn
Usia nabi : 57 tahun
Kondisi :mantan istri Ubaidillah bin Jahsy, cerai karena suaminya pindah agama menjadi nashrani.
Alasan :Untuk Menjaga keimanan Ummu Habibah agar tidak murtad…

7. Nama : Juwairiyyah bin Al-harits
Status : Janda
Usia dinikahi : 65 thn
Usia Nabi : 57 tahun
Kondisi :Tawanan perang yang dinikahi oleh Rasulullah, tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama.
Alasan :Petunjuk Allah, memerdekakan perbudakan dan pembebasan dari tawanan perang dan menjaga ketauhidan..

8. Nama : Shafiyah binti hayyi
Status : 2 kali janda
Usia dinikahi : 53 thn
Usia Nabi : 58 tahun
Kondisi :Wanita muslimah dari kalangan yahudi bani nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya.
Alasan :Rasulullah menjaga keimanan shafiyyah dari boikot orang yahudi…

9. Nama :Maimunah Binti al-harits
Status : Janda
Usia dinikahi : 63 thn
Usia Nabi : 58 tahunKondisi :Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza
Alasan :Istri rasulullah dari kalangan yahudi bani kinanah. Menikah dengan rasulullah adalah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani nadhir…

10. Nama : Zainab binti Khuzaimah
Status : Janda
Usia dinikahi : 50 thn
Usia Nabi : 58 tahun
Kondisi :Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu para masakin.
Alasan :Petunjuk allah untuk bersama2 menyantuni anak yatim dan orang lemah..

11. Nama : Mariyah Al-Qibtiyah
Status : Gadis
Usia dinikahi : 25 thn
Usia Nabi : 59 tahun
Kondisi :Seorang budak yang dihadiahkan oleh raja muqauqis dari Mesir.
Alasan :Menikahi untuk memerdekakan dari kebudakan dan menjaga keimanan mariyah

12. Nama : Hafsah binti umar
Status : Janda
Usia dinikahi : 35 thn
Usia Nabi :61 tahun
Kondisi :Putri sabahat Umar bin Khattab. Janda dari Khunais bin Huzafah yang meninggal karenaperang uhud.
Alasan :Petunjuk allah .
Hikmah : hafsah adalah wanita pertama yang hafal alqura’an. Dinikahi oleh rasulullah agar bisa menjaga keotentikan Al Qur’an…

~ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻋﻠﻢ ~

Semoga Bermanfaat

Siapakah Ruwaibidhah??

Malam semakin larut. Tetapi perbincangan tentang ruwaibidhah semakin menambah gelisah, Rasanya kian banyak mendapati di berbagai ajang.SIapakah yang dimaksud dengan Ruwaibidhah?

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam menerangkan secara ringkas:”الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat.” HR. Ibnu Majah.Ruwaibidhah boleh jadi seorang profesor, doktor atau sarjana yang lulus cum laude, tapi ia sangat bodoh dalam perkara yang ia turut campur tangan di dalamnya. Ia sibuk mengomentari dan mencela urusan publik yang tidak ilmu pada dirinya tentang hal tersebut, sehingga menimbulkan kegaduhan serta kerusakan.

Di antara sebab munculnya ruwaibidhah ialah, ia tidak tahu diri. Tidak menyadari kebodohannya, seakan keunggulannya berlaku di semua bidang. Ia juga memiliki adab burukkepada ahlul ‘ilmi. Tidak ada penghormatannyakepada yang benar-benar memiliki ilmu dan pemegang otoritas terpercaya. Tapi kelak apabila amanah itu diserahkankepadanya, ia akan menyia-nyiakan dan khianat karena memang tak memiliki cukup ilmu untuk mengurusi.

~ oleh ustad Mohammad Fauzil Adhim ~

Semoga bermanfaat 🙂

Nasehat Imam Syafi’i

image

Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri.

Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”Iman Syafi’i juga menasehatkan, “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak inginuntuk menjawabnya. Dia bertambahpandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda: “Akuakan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)

Semoga Bermanfaat🙂

PENYIMPANGAN POLA PENAMAAN BILANGAN DAN PETUAH USIA JAWA

image

PENYIMPANGAN POLA PENAMAAN BILANGAN DAN PETUAH USIA JAWA.

Mencermati urutan bilangan, terutama dalam bahasa Jawa, akan menimbulkan pertanyaan tentang nama bilangan yang menyimpang (berbeda) dari pola yang ada.

Penyimpangan tersebut terjadi pada beberapa angka sampai angka 60. Ya, sampai angka 60, tidak jauh-jauh dari capaian usia manusia Jawa.
Sepertinya penyimpangan tersebut memang ditujukan untuk mengingatkan usia manusia.
Coba kita lihat.

Pertama angka 11-19 tidak disebut sepuluh siji, sepuluh loro, …, sepuluh songo; melainkan sewelas, rolas,…, songolas.

Disini sepuluhan diganti welasan.
Artinya pada usia 11-19 adalah saat-saat berseminya rasa welas asih (belas kasih) terutama kepada lawan jenis.
Masa akil balik. Masa remaja.
Dalam banyak bahasa bilangan 11-19 memang diberi nama dengan pola yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan belasan.
Dalam bahasa Inggris disebut dengan teen, sehingga remaja pada usia tersebut disebut teenagers.

Selanjutnya bilangan 21-29 dalam bahasa Jawa juga dinamakan berbeda dengan pola umum yang ada.

Dalam bahasa lain biasanya sesuai pola. Misal dalam bahasa Indonesia diucapkan dua puluh satu, dua puluh dua,…, dua puluh sembilan. Dalam bahasa jawa tidak diberi nama rongpuluh siji, rongpuluh loro, dst; melainkan selikur, rolikur, …, songo likur. Di sini terdapat satuan LIKUR yang tidak lain merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya duduk di kursi.

Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “tempat duduknya”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; apakah sebagai pegawai, pedagang, seniman, penulis, dan lain sebagainya.

Namun demikian ada penyimpangan di atas penyimpangan tadi. Bilangan 25 tidak disebut sebagai limang likur, melainkan selawe.

SELAWE singkatan dari SEneng-senenge LAnang lan WEdok. Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebutlah pada umumnya orang menikah(dadi manten)

Mungkin tidak tepat pada usia 25, tapi diantara 21-29 lah yang pas.

Pada saat kedudukan sudah diperoleh, pada saat itulah seseorang siap untuk menikah. Bilangan selanjutnya sesuai dengan pola: telung puluh, telung puluh siji, telung puluh loro, dst.
Tapi ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.
Setelah sepuluh, rongpuluh, telung puluh, patang puluh, mestinya limang puluh. Tapi 50 nama -nya menjadi seket.

Pasti ada sesuatu di sini.
SEKET dapat dipanjangkan menjadi SEneng KEthonan, suka memakai kethu/tutup kepala/topi/kopiah.

Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa utk nutup botak, atau rambut yang memutih. Di sisi lain bisa juga  Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang beribadah.

Pada usia 50 mestinya seseorang lebih memperhatikan ibadahnya. Setelah sejak umur likuran bekerja keras mencari kekayaan untuk kehidupan dunia, sekitar 25 tahun kemudian, yaitu pada usia 50 perbanyaklah ibadah, untuk bekal memasuki kehidupan akhirat. Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, bukan enem puluh melainkan sewidak atau suwidak. T

SEWIDAK dapat dipanjangkan menjadi SEjatine WIs wayahe tinDAK.

Artinya: sesungguhnya sudah saatnya pergi. Maka kalau usia kita sudah mencapai 60, lebih berhati-hatilah dan tentu saja semakin banyaklah bersyukur, karena usia selebihnya adalah bonus.
Jadi yg sdh nyeket……ayooo semakin semangat ibadahnya…..

Semoga bermanfaat 🙂

#just share

Kisah Motivasi : Seekor Keledai, Seorang Anak, Seorang Ayah, dan rombongan kafilah…

Kisah Motivasi : Seekor Keledai, Seorang Anak, Seorang Ayah, dan rombongan kafilah…

Abu Luqman hendak mengajari anaknya tentang kehidupan ini, maka suatu hari ia mengajak anaknya untuk pergi ke pasar. Untuk itu ia menyuruh anaknya menyiapkan seekor keledaibagi mereka. Kemudian mereka berangkat.

Abu Luqman menaiki keledainya dan menyuruh anaknya berjalan kaki mengikuti disampingnya. Selang beberapa waktu kemudian mereka berpapasan dengan rombongan musafir dan orang-orang itu berkata, “Dasar orangtua yang mau enaknya sendiri, anaknya disuruh berjalan kaki sedangkan ia naik di atas keledai”

Mendengar itu kemudian Abu Luqmanpun turun dan menyuruh anaknya naik ke atas keledai. Anaknya naik keledai dan Abu Luqmanpun berjalan kaki mengikuti disampingnya. Tak lama kemudian mereka berpapasan dengan kafilah yang lain lagi dan mendengar orang-orang di kafilah itu bergumam,
“Dasar anak tidak tahu diri, orangtuanya disuruh berjalan kaki sedang ia enak-enak saja di atas keledai.”

Mendengar itu, Abu Luqmanpun kemudian menghentikan keledainya dan kemudian ikut naik bersama anaknya di atas keledai. Dan mereka kemudian berpapasan dengan rombongan musafir yang lain lagi. Abu Luqman dan anaknya mendengar orang-orang dalam kafilah itu berkata,
“Dasar ayah dan anak yang tidak punya rasa kasihan, keledai kurus kering begitu dinaiki berdua.”

Kemudian Abu Luqman turun dari keledai dan menyuruh anaknya juga turun. Mereka akhirnya berjalan kaki menuntun keledainya. Sesampainya di pasar, orang-orang mentertawakan mereka sambil berkata,
“Lihat, lihat, dasar orang-orang bodoh, membawa seekor keledai yang kuat tetapi tidak dinaiki bahkan mereka berjalan kaki menuntunnya.”

Kemudian Abu Luqman berkata kepada anaknya:
Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T semata. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi satu-satunya pertimbangannya.

“Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tidaklah menjadi fakir melainkan tertimpa tiga perkara, yaitu tipisnya keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (ke-pribadi-annya), dan lebih celaka lagi dari tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.”

Hikmah yang bisa diambil dari kisah ini adalah bahwa sekuat apapun manusia berusaha, ia tidak akan bisa menyenangkan semua orang. Cukuplah bersandar atas keridhaan Allah, ketika melakukan sebuah kebaikan.

Semoga Bermanfaat

WAFI BARBER SHOP

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِﺍﻟﺮّﺣْﻤَﻦِﺍﻟﺮّﺣِﻴْﻢ

Telah dibuka WAFI BARBER SHOP yang beralamat di Jalan Jalan Jambu Air Raya (Harapan Baru 1) Bekasi,didepan kantor sekertariat RW.20.

Silahkan bagi pembaca yang berada disekitar alamat tersebut untuk menggunakan layanan kami🙂
Tarif sangat terjangkau,ruangan ber-AC,Bersih,dan Ada layanan gratis untuk anak yatim usia s.d SMP (khusus hari Jum’at),ini bukan promosi اِنْ شَآ ءَ اللّهُ  selama kami buka. Syarat: cukup mengisi data lengkap.

Trimakasih.

Semoga Bermanfaat,
Salam…

Priyatna
Posted from WordPress for Android